Tuesday, 19 May 2009

Homemade : Tempe

Membuat tempe di negara beriklim sub tropis (4 musim) tidak semudah kalo kita membuatnya di daerah tropis. Tapi bukan berarti tidak bisa, hanya perlu menyesuaikan dengan rerata suhu harian aja. Di daerah tropis, suhu harian sepanjang tahun relatif tidak terlalu berbeda, walaupun musim hujan tetap aja jamur tempe berkembang biak.

Berdasarkan pengalaman, suhu yang baik untuk proses fermentasi tempe berkisar antara 20 - 35 derajat Celcius. Untuk Tsukuba ( dan kota lainnya yang masih berada di area Kanto), mulai pertengahan bulan Mei - awal Juli dan pertengahan Agustus - awal Oktober, bila hanya mengandalkan suhu kamar. Kalau suhu terlalu panas, hasilnya tidak begitu bagus. Sedangkan di musim dingin, harus setting suhu kamar pada 20-35 derajat secara stabil.

Ada berbagai cara membuat tempe. Berikut ini cara yang cukup simpel menurut saya, hasil uji coba dari berbagai cara yang dikombinasikan. Selain itu saya baru bereksperimen membuat tempe tanpa ragi, tapi menggunakan irisan tempe segar. Eksperimennya berhasil lho... ga beda dengan yang menggunakan ragi. Tapi perlu modal beli tempe segar dulu. Kalo pake frozen tempe, kurang tahu ya. Barangkali ada yang mau bereksperimen? Ntar sharing pengalamannya ya...

Silahkan disimak cara berikut ini bagi yang mau nyoba bikin tempe. Smoga bisa dimengerti walaupun tanpa foto step by step.

Bahan :
500 gr kedele (baiknya pakai kedele kecil)
1 gr (1/2 sdt) ragi tempe atau kurleb 20 x 20 x 0,5 cm irisan tempe segar.
1,5 sdm asam cuka
Plastik atau daun pisang untuk membungkus, secukupnya.
Tusuk gigi

Cara membuat :
1. Masukkan kedele ke dalam panci, beri air secukupnya (banyak juga gpp). Rebus hingga 5 menit setelah mendidih, matikan api kompor, tutup panci dengan rapat. Biarkan kurleb 30 menit atau hingga kedele membesar dan airnya menjadi hangat-hangat kuku.
2. Remas-remas kedele agar kulitnya banyak mengelupas. Pisahkan kedele dan kulitnya, bilas dengan air sekali saja.
3. Tambahkan lagi air, rebus kembali hingga empuk.
4. Kira-kira 5 menit sebelum api kompor dimatikan, tambahkan asam cuka sambil diaduk hingga rata. Matikan api, angkat dan tiriskan. Cuka berfungsi untuk memberi suasana asam pada kedele sehingga saat proses fermentasi, hanya jamur tempe yang tumbuh tanpa kontaminan lain.
5. Tempatkan kedele pada nampan/tempat yang lebar, biarkan hingga dingin tapi jangan dingin seperti es. Kalau masih panas, jamur tempe tidak akan tumbuh.
6. -Taburkan ragi secara merata. Lalu bungkus dengan plastik/daun, rekatkan plastik dengan nyala lilin, kalo daun pake lidi. Tusuki dengan tusuk gigi tiap jarak 2-3 cm.
- Kalau ga punya ragi, bisa diganti dengan irisan tempe segar yang dicincang halus. Lalu dicampur secara merata dengan kedele, dan proses seterusnya sama.
7. Letakkan bungkusan tempe yang belum jadi itu di dalam kardus tertutup. Diamkan selama 24 jam atau hingga bungkus plastik berkeringat lalu buka tutup kardusnya. Balikkan posisinya, yang sebelumnya di atas jadi di bawah. Kalau sebelum 24 jam sudah berkeringat, tutup kardus langsung dibuka ya. Biarkan hingga jamurnya tumbuh memutih.

Biasanya 2 hari 2 malam (48 jam), tempe sudah jadi. Tapi kadang bisa lebih lama, perhatikan aja warna jamur dan baunya. Kalau jamurnya tetap putih dan tidak berbau busuk, sepertinya tidak masalah kok. Selamat mencoba!

Tips :
a. Meletakkan bungkusan tempe di dalam kardus bersih, jangan ditumpuk-tumpuk, cukup sebaris saja. Kalau bikinnya banyak berarti gunakan kardus lebih banyak atau yang lebih lebar. Supaya jamur tempe mendapatkan aerasi yang cukup.
b. Selain pake kardus, bisa juga pake rak kawat jadi posisi atas-bawah ga perlu dibalik.
b. Untuk mendapatkan tempe yang tidak gampang patah saat diiris/dipotong, isi dengan padat saat proses pembungkusan.
Post a Comment