Wednesday, June 25, 2014

Mensiasati Menu Berbuka Puasa dan Sahur

Tanpa terasa beberapa hari lagi kita akan mulai menjalani ibadah puasa Ramadhan. Untuk kelancaran ibadah di bulan tersebut, ada baiknya kita melakukan persiapan untuk urusan dapur dan makanan. Agar waktu bisa lebih banyak dimanfaatkan untuk melakukan amalan-amalan sunah.

Untuk contoh persiapan menu berbuka dan sahur sudah pernah posting, silahkan lihat di sana dan sini.

Selain itu ada juga makanan / lauk tambahan yang bisa disiapkan dari jauh-jauh hari. Seperti kering kentang, kering tempe, balado teri kacang, rolade, nugget dan abon. Makanan tersebut bisa disediakan dalam jumlah banyak dan tahan lama. Jadi saat kepepet tinggal tambah sayuran aja.

Selama bulan puasa saya sering mensiasati menu supaya tidak berlama-lama di dapur. Caranya dengan membuat porsi lebih banyak untuk makanan yang bisa disimpan di kulkas. Tapi tentu saja tidak dikonsumsi untuk hari yang berurutan ya?! Biar tidak bosan :D

Contohnya seperti menu ayam goreng. Biasanya saya mengungkep ayam untuk porsi 2-3 hari. Setelah diungkep sampai bumbu meresap, pisahkan menjadi 3 bagian menggunakan wadah tertutup (bisa juga dibungkus plastik). Lalu simpan di dalam freezer, kecuali bagian yang mau dikonsumsi saat itu. Nanti tinggal dikeluarkan kurleb 1 jam dari freezer (kalo ada microwave tinggal defrost aja), siap untuk digoreng. O iya, bumbu ungkepnya jangan dibiarkan mengering ya?! Sisakan sedikit, pisahkan juga dari potongan ayam trus simpan juga di freezer. Buat apa sih ?? Sisa bumbu itu nanti bisa dicemplungin ke dalam rebusan air, ditambah daun salam, daun jeruk, lengkuas dan sereh nanti bisa jadi kuah soto. Tinggal tambahin daging ayam goreng yang disuwir-suwir, plus pelengkap menu soto ayam seperti soun, irisan kubis, toge, jeruk nipis, sambal dll.

Masakan lain yang bisa diperlakukan seperti itu adalah :
Rendang, simpan di freezer.
Bacem tempe/tahu, simpan di chiller aja, ga udah masuk freezer.
Telur pindang, simpan di chiller.
Empal gepuk sebelum digoreng, simpan di chiller.
Rolade ayam / tahu, simpan di freezer.

Untuk sayuran agak susah untuk disiasati seperti itu. Kalaupun ada, ya terbatas. Kalo di rumah saya, senangnya sayur bening sih (biar tenggorokan nyaman saat berpuasa). Bumbunya simple dan prosesnya juga cepat.

Semoga bermanfaat ya. Dan Dapur Mungil mengucapkan, Selamat Menjalani Shaum Ramadhan.

Thursday, May 22, 2014

Homemade : Sirup Kembang Telang

Minggu lalu saya mengikuti seminar tentang 'urban farming' yang disampaikan oleh ibu Jullie Hakim. Istilah itu dimaksudkan untuk warga perkotaan yang tempat tinggalnya tidak punya lahan yang cukup untuk bercocok tanam. Sehingga perlu kreativitas untuk menciptakan lahan, contohnya bercocok tanam dengan memanfaatkan botol plastik bekas soft drink yang diisi tanah (media tanam) lalu digantungkan di pagar ataupun juga di dinding teras. Biasanya yang ditanam berupa bunga atau sayuran.

Saat menunjukkan contoh tanamannya, saya tertarik dengan kembang telang (Clitoria ternatea. L ). Karena disamping sebagai tanaman hias, ternyata bunganya juga bisa dibuat menjadi sirup serta sebagai pewarna biru alami. Ketika itu saya sempat mencicipi tester sirup kembang telang. Rasanya segar banget. Dan berkhasiat sebagai anti depresan.

Nah kebetulan kemarin saya melewati rumah orang yang ada tanaman itu. Jadi, saya minta beberapa kuntum bunga dan sekalian bijinya untuk ditanam sendiri. Supaya lain waktu, bisa bikin sirup ini untuk stok minuman di rumah dan bisa juga untuk suguhan tamu.

Penasaran sama rasanya? Yuuk cari kembang telang, liat resep di bawah ini, bikin deehh... ;)

Sunday, May 11, 2014

Potato Buns (Roti Kentang)

Pengen roti yang empuk tanpa bread improver? Coba deh potato buns atau roti kentang ini. Awalnya saya membuat roti ini karena sedang ingin roti manis polos (tanpa isi). Trus browsing resep, jadi pengen coba roti yang adonannya memakai kentang.

Hasilnya benar-benar empuk walaupun sudah dingin, soft and fluffy. Rasanya manis-gurih, pokoknya enak deh. Selain itu juga mengenyangkan. Kalo adonannya memang agak lengket dibanding adonan roti biasa. Sehingga setiap membentuknya, tangan perlu dioles sedikit minyak atau taburan terigu.

Untuk kali ini resepnya saya modifikasi sedikit. Resep asli memakai 2 kuning telur, kalo saya memakai 2 telur utuh (biar tidak menyisakan putih telur) tapi air/susu cair saya kurangi.

Thursday, May 1, 2014

Zebra Cake

Foodie blogger lainnya sudah sejak dulu posting zebra cake tapi saya baru sekarang. Hehehe...lama banget pending-nya ya?! Padahal cake ini cukup populer dan banyak disukai orang. Tapi ada aja halangan kalo mau membuatnya. Salah satunya proses membuat motif zebra yang cukup memakan waktu. Nah, kemarin agak senggang jadi saya coba praktek membuatnya.

Resep zebra cake di bawah ini merupakan hasil modifikasi marmer cake. Sebenarnya ini termasuk butter type cake (margarine/butter dikocok bersama gula) tapi saya ingin tekstur cake yang moist dan lembut (tanpa emulsifier) sehingga kuning dan putih telurnya dikocok terpisah.

O iya, untuk yang jarang sukses membuat sponge cake bisa mencoba cara ini (butter cake tapi putih telur dikocok hingga mengembang kaku dalam wadah terpisah). Hasilnya bertekstur seperti sponge cake lho...  Ringan, tidak seperti butter cake yang padat.