Friday, 22 April 2016

Puding Puyo Strawberry

Kabarnya puyo termasuk salah satu puding kekinian selain puding silky. Saya sendiri baru tahu puding ini. Kupdet niihh.... Kurang update! :D Akhirnya browsing deh. Dan nyantol sama resep mba Ieda Ihsan, lalu saya modifikasi dengan menambahkan coklat pink yang dilelehkan. Makasih resepnya ya.

Membuatnya mudah sekali dan anti gagal. Yang membedakan puyo dengan puding lainnya adalah teksturnya yang halus cenderung lembek. Sehingga harus memakai cup/gelas. Tidak bisa pakai loyang agar-agar soalnya susah dipotong.

Supaya lebih creamy, sebaiknya puyo dilengkapi dengan saus vla. Bisa memakai vla instant yang tinggal diseduh dengan air panas. Kalau saya lebih suka vla bikinan sendiri. Tinggal sesuaikan saja dengan situasi dan kondisi ya.

Tuesday, 12 April 2016

Snack Box : Puding Puyo - Sosis Solo - Salad Buah

Ini snack box week end kemarin. Dibuat untuk konsumsi arisan Rt di lingkungan rumah saya. Karena arisannya pagi, jadi kami pilih snack yang ga terlalu berat. Isinya puding puyo strawbwerry, sosis solo dan salad buah. Saladnya pakai buah tropis semua seperti nanas, jambu biji merah, melon dan buah naga merah. Supaya lebih gurih ditambah sedikit parutan keju. Maaf ya... fotomya tidak terlalu terang karena dipotret pagi-pagi dengan handphone. Buru-buru mau diantar soalnya. Hehehe....

Matur suwun untuk mbak Fani tetangga sekaligus partner dalam menyiapkan konsumsi ini. Senang bekerja sama denganmu :hug:

Kalo ada yang mau order, boleh lho.... Minimal 20 box ya ;)

Wednesday, 6 April 2016

Tumis Pare

Kalau sedang tidak berselera makan, coba makan pare. Contohnya tumis pare seperti ini. Pada sebagian orang, masakan berbahan pare bisa membangkitkan selera makan. Rasa pahitnya itu bikin ketagihan. Tapi jangan khawatir bagi yang tidak suka rasa pahit, saya sudah pernah memberikan tips untuk menghilangkannya. Ga percaya? Makanya coba dulu.

Walaupun saya penggemar masakan pare tapi cara mengolahnya tidak banyak. Sehingga sedikit sekali menu berbahan pare di dapur mungil ini. Yang pernah tayang adalah pare tumis pedas. Nah kali ini tumis pare dicampur sedikit teri dan tempe.

Bahan :
2 buah pare
2 sdm garam
100 gr tempe (1/4 papan), dipotong dadu
50 gr teri, dicuci bersih
3 siung bawang putih, diiris
3 siung bawang merah, diiris
2 butir cabe, diiris serong
2 cm lengkuas, dimemarkan
2 lembar daun salam
2 sdt garam
1 sdt gula
1/2 gelas air
minyak goreng secukupnya

Cara membuat
1. Belah pare, buang bagian putih (bijinya) lalu iris setipis mungkin. Campur dengan 2 sdm garam, aduk sambil diremas-remas hingga cairan hijaunya keluar (untuk menghilangkan pahit). Diamkan kurleb 15 menit lalu cuci 2-3 kali, tiriskan.
2. Goreng tempe hingga 1/2 matang.
3. Ambil 2 sdm minyak, tumis bawang merah, bawang putih, cabe dn lengkuas hingga wangi.
4. Masukkan teri, aduk rata. Tambahkan air dan daun salam.
5. Biarkan hingga mendidih, masukkan irisan pare, gula dan garam. Masak hingga pare empuk lalu campurkan dengan tempe. Aduk rata. Biarkan hingga airnya mengering lalu angkat.

Saturday, 19 March 2016

Risol Kampung (Risoles Bihun)

Ada yang suka makan soto mie? Kalau di sekitaran Bogor banyak sekali jualnya. Tinggal cari yang sesuai selera dan kantong. Tapi kali ini bukan resep soto mie yang mau saya bagi. Melainkan risol kampung yang selalu jadi pelengkap soto mie itu.

Risoles bihun atau banyak yang menyebutnya risol kampung. Kulitnya seperti kulit risoles biasa (tanpa susu) tetapi isinya berupa tumisan bihun dicampur sedikit wortel dan seledri. Kalo yang dijual di tukang gorengan biasanya risol bihun saja tanpa tambahan wortel. Perbedaan lainnya, risol kampung ini tidak diberi tepung panir sebelum digoreng. Langsung digoreng begitu saja. Kalau saya, cukup dicelupkan kocokan telur saja biar lebih yummy.

Rasanya gurih legit. Tidak bikin eneg walaupun dinikmati setelah dingin. Kalau ga percaya, silahkan cobain sendiri ya...

Penasaran sama risol kampung atau risoles bihun ini?? Pembuatannya gampang kok, yuuuk...!