Thursday, 19 May 2016

Menu Puasa 2016 (1437 H)

Sebentar lagi kaum muslimin akan menjalani ibadah puasa Ramadhan. Di bulan puasa sering kali urusan menu menjadi bahan pikiran ibu-ibu (sebagian ya... ada juga yang santai saja). Kalau saya termasuk yang memikirkan menu karena ingin menyediakan makanan yang selain sedap tapi juga tidak membosankan untuk anggota keluarga. Namun tentu saja yang mudah untuk saya kerjakan. Sehingga tidak ribet atau terlalu lama di dapur. Dan menu di keluarga kami, menghindari santan. Kalaupun terpaksa ya pakai santan yang encer.

Menurut saya, menu makanan selama bulan puasa itu tidak perlu banyak porsinya tapi lebih kepada variasi yang berbeda seriap hari. Kalau menuruti nafsu, semua makanan ingin dimakan. Padahal kapasitas perut kita kan terbatas juga. Jangan sampai kekenyangan sehingga melalaikan ibadah lainnya. Di situlah kita perlu mengendalikan diri :)

Berikut ini contoh pengaturan menu selama 10 hari puasa. Untuk hari ke-11 bisa disamakan dengan hari pertama. Atau bahannya sama tapi bumbunya dibedakan. Contoh gurame asam manis diganti ikan bawal saus tiram/bumbu tauco, sayur cah ceriwis/cuciwis/baby cabbage. Hari ke-12 misalnya diganti soto ayam dan perkedel. Pokoknya silahkan saja berkreasi sesuai selera.
Klik pada gambar untuk lebih jelas
Seperti postingan sebelumnya, ada beberapa makanan yang bisa disiapkan sejak jauh-jauh hari sebelum puasa dimulai. Seperti kering kentang, kering tempe, rolade ayam dan juga tempe/tahu bacem. Ga ada salahnya kan kalo dipersiapkan lebih dahulu. Terus, kalau mengungkep ayam, bumbunya jangan dibuang. Masukkan ke dalam wadah tertutup, lalu simpan di freezer nanti bisa digunakan untuk bumbu soto ayam. Jadi tidak perlu membuat semua bumbu dari awal. Atau kalau waktunya mepet, bikin saja masakan all in one seperti daging cah brokoli, cah kangkung ayam/seafood, rolade cah brokoli jagung dll. All in one maksudnya protein dan sayur dalam satu piring, lebih praktis kan?!

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba! Dapur mungil mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Shaum Ramadhan.

Contoh menu lain yang pernah posted : 1, 2 dan 3. Resep untuk menu tersebut tersedia di dapur ini, 'search' aja ya....

Wednesday, 11 May 2016

Schotel Peyeum (Custard Peyeum Panggang)

Terus terang saya tidak banyak tahu cara mengolah peyeum (tape singkong). Padahal bahan ini mudah ditemukan dimana-mana. Harganya murah meriah. Rasanya juga enak, banyak yang suka kan?!

Hingga saya mampir ke cookpad ci Tintin Rayner. Melihat resep schotel peyeum dengan tampilan foto yang aduhai, bikin ngiler deh..^.^  Caranya gampang banget, tinggal cemplang-cemplung. Saya jadi tertarik mencoba membuatnya.

Petama kali membuat, sepertinya ada yang salah dengan urutan kerja. Hasilnya seperti bluder atau muffin tape. Ga cocok disebut schotel. Tahu kan, schotel itu khasnya ada pada topping keju yang kuning kecoklatan dan garing. Yang pertama ini tidak ada toppingnya. Kejunya tenggelam di bahan custard sehingga bercampur dengan lainnya. Tapi rasanya tetap yummy! (fotonya ga usah ditayang deh... Hehehe ).

Akhirnya saya coba buat lagi. Dan taraaaaa.....

Wednesday, 4 May 2016

Roti Favorit Keluarga


Keluarga kami menyukai roti. Makanya jangan heran kalau menemukan banyak posting roti di dapur ini ya. Dari sekian banyak varian rasa roti, isi pisang menjadi paling favorit. Bisa isi pisang saja atau dikombinasikan dengan coklat atau keju.

Dulu waktu di Jepang, saya membuat roti pisang memakai pisang cavendish karena tidak ada pilihan. Pisangnya langsung saja dijadikan isi tanpa perlu dikukus dulu. Di Cibinong (Indonesia) ada banyak pilihan pisang yang bisa dipakai menjadi isi roti. Pisang uli, tanduk, kepok atau raja. Tapi baiknya dikukus dulu karena kalau langsung dijadikan isi terus dipanggang (oven), pisangnya tidak bisa empuk.

Yang paling sering saya gunakan dan rasanya paling enak adalah pisang uli (di daerah Sumatera biasa dikenal dengan pisang lilin). Rasanya tidak terlalu manis tapi legit. Sehingga kalau ditambah meisis coklat atau parutan keju tidak terlalu eneg.

Lalu, apa roti favoritmu???

Friday, 22 April 2016

Puding Puyo Strawberry

Kabarnya puyo termasuk salah satu puding kekinian selain puding silky. Saya sendiri baru tahu puding ini. Kupdet niihh.... Kurang update! :D Akhirnya browsing deh. Dan nyantol sama resep mba Ieda Ihsan, lalu saya modifikasi dengan menambahkan coklat pink yang dilelehkan. Makasih resepnya ya.

Membuatnya mudah sekali dan anti gagal. Yang membedakan puyo dengan puding lainnya adalah teksturnya yang halus cenderung lembek. Sehingga harus memakai cup/gelas. Tidak bisa pakai loyang agar-agar soalnya susah dipotong.

Supaya lebih creamy, sebaiknya puyo dilengkapi dengan saus vla. Bisa memakai vla instant yang tinggal diseduh dengan air panas. Kalau saya lebih suka vla bikinan sendiri. Tinggal sesuaikan saja dengan situasi dan kondisi ya.