Tuesday, 3 July 2007

Soto Bandung ala Shinta

Ciri khas soto ini adalah lobak. Ada yang bilang, bukan soto Bandung kalo ga ada lobaknya. Dan di Jepang, lobak termasuk salah satu sayuran yang selalu tersedia di setiap musim dan harganya murah. Trus lobaknya gendut-gendut dan lebih panjang dibanding dengan lobak di Indonesia. Kalo beli lobak, kadang saya sampe bingung mau dimasak apa lagi?? Soalnya saya kurang familiar dengan masakan Indonesia yang memakai lobak. Baru masakan ini setau saya yang memang pake lobak. Mau dicoba untuk masakan lain takut rasanya ga cocok di lidah. Paling kalo lobaknya masih tersisa, diparut aja seperti masakan Jepang yang sering dilengkapi daikon oroshi.

Untuk menu ini, lobaknya saya cetak seperti bunga. Biar enak diliat aja, hehehe... Satu irisan (melintang) lobak bisa jadi 5-6 bunga yang berdiameter kurang lebih 2 cm. Bayangin sendiri deh, berapa diameter lobak utuhnya.

Bahan :
300 gr daging sapi (kalau ada daging sandung lamur lebih baik), dicuci bersih
1/2 potong lobak putih (Kalo kecil bisa dipake 1 lobak utuh) diiris tipis
3 siung bawang putih diiris (dihaluskan bisa juga)
merica halus secukupnya
3 cm lengkuas dimemarkan
3 cm jahe dimemarkan
1 batang sereh dimemarkan
5 butir cengkeh
2 lembar daun salam
1 buah tomat potong 6 (saya ga pake)
Air untuk merebus secukupnya
Gula dan garam secukupnya

Pelengkap :
Jeruk nipis/ lemon
Irisan daun bawang dan seledri
Kerupuk emping
Kedele goreng
Bawang goreng
Sambal soto


Cara membuat :
1. Rebus daging sampai empuk dan sisakan air kaldu untuk kuahnya.
2. Angkat daging lalu dipotong dadu, sisihkan.
3. Sementara itu tumis bawang putih sampai wangi, tambahkan merica. Lalu masukkan ke dalam sisa air rebusan daging. Begitu pula bumbu-bumbu lainnya termasuk irisan lobak.
4. Masukkan kembali potongan daging, masak sampai mendidih.
5. Sajikan soto dengan pelengkapnya.
Post a Comment