Showing posts with label Event. Show all posts
Showing posts with label Event. Show all posts

Saturday, 27 February 2010

Masak Bareng : Sup Tahu Telur

Yippie...walaupun posting saat-saat injury time, rasanya sayang banget kalo ngelewatin event ini. Sampai hari ini, alhamdulillah saya masih punya waktu untuk memasak di sela-sela kesibukan yang bejibun. So, ga ada salahnya kalo menu yang dimasak disesuaikan dengan tema MasBar bulan ini.

Menu sup banyak sekali variasinya. Sup tahu telur ini bahannya murah meriah, praktis dan cepat proses memasaknya. Bisa dinikmati dari balita sampai lansia. Jadi ibu-ibu punya pilihan gampang kalo harus nyediain menu untuk keluarga besar. Ngapain cari yang ribet kalo ada yang gampang, betul kan?! Tetapi nilai gizi tetap harus diperhatikan.

Bahan :
1 Lt air / kaldu ayam
3 siung bawang putih, dicincang kasar
1/2 butir bawang bombay (ukuran sekepal tangan), dicincang kasar
3/4 sdt merica halus
300 gr tahu putih, potong dadu kurleb 2x2 cm
1 buah wortel, diiris sesuai selera
1 butir telur, dikocok lepas
Daun bawang-seledri, secukupnya
Gula-garam secukupnya

Cara membuat :
1. Didihkan air, masukkan bawang putih, bawang bombay dan merica. Masak hingga wangi.
2. Masukkan potongan tahu, wortel, gula dan garam. Biarkan hingga mendidih kembali.
3. Di wadah lain, campur kocokan telur dengan 2-3 sendok sayur kuahnya sup lalu tuang kembali ke dalam panci. Aduk pelan-pelan agar tahu tidak hancur.
4. Terakhir masukkan irisan daun bawang dan seledri. Angkat.

Note :
-bawang putih, bawang bombay dan merica, bisa saja ditumis sulu sebelum dimasukkan ke air/kaldu.
-selain wortel, sayurannya bisa ditambah sesuai selera.
-kalo suka pedas, tinggal tambah sambal (seperti sambal soto) aja.

Monday, 25 January 2010

Masak Bareng : Bakpao Kacang Hijau

Yang jarang banget di temui di Jepang, salah satunya adalah makanan yang dijual di kaki lima/trotoar atau pinggir jalan. Pedagang kaki lima di sini maksudnya yang tempat berjualannya tidak permanen. Misalnya yang pake gerobak dorong, selesai jualan trus gerobaknya ikut pulang. Kalo di Jepang, sebagian besar ada kedai ataupun warung kecil.

Salah satu yang dikangenin adalah bakpao. Dulu waktu masih di Bogor, suka beli bakpao yang gerobaknya mangkal di depan supermarket Matah*** di Taman Topi. Ga tahu deh, sekarang masih ada atau ga. Apalagi kalo pas hujan ( kota hujan gitu lho...) dan sedang ada di sekitar sana, wahh... enak banget deh makan bakpao. Hangat-hangat, empuk dan yummy!

Musim dingin pertama di Jepang saya suka beli bakpao isi kacang merah (an man) karena waktu itu ada yang ingtredients-nya "aman". Akhir-akhir ini saya tidak menemukan lagi yang aman. Kebetulan sekarang sedang musim dingin, saya coba bikin sendiri tapi isinya pake kacang hijau. Lumayan buat obat kangen sama bakpao :D Yang mau coba, yuuk mariii...


Bahan dasar kulit bakpao :
150 gr terigu protein tinggi
150 gr terigu serba guna
4 sdm gula pasir
8 gr (1 sdm) ragi instant
1 sdt baking powder
2 sdm salad oil/minyak goreng biasa
1/2 sdt garam
160 ml susu cair hangat

Isi : 100 gr kacang hijau direbus hingga empuk, tambahkan gula secukupnya dan sedikit garam. Dimasak hingga airnya mengering.

Cara membuat :
1. Campur kedua terigu, gula pasir, baking powder dan ragi instant. Aduk rata dengan sendok atau whisker.
2. Tambahkan susu hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis.
3. Masukkan salad oil, uleni lagi. Tambahkan garam, uleni terus hingga kalis dan elastis.
4. Tutup wadah adonan, diamkan di tempat hangat hingga mengembang 2x lipat.
5. Sementara itu adonan isi dibentuk bulat-bulat sebesar kelereng. Sisihkan.
6. Timbang adonan kulit kurleb 40-50 gr (atau seseuai selera), pipihkan, beri isi ditengahnya lalu bentuk bulat. Lakukan hingga semua adonan habis. Diamkan 10-15 menit.
7. Panaskan kukusan hingga beruap banyak. Tutupnya dibungkus serbet agar uapnya tidak menetesi adonan. Kukus bakpao dengan dialasi kertas roti, kukus selama 15 menit.

Untuk 12-14 potong.
Recipe source : Cookpad modified by Shinta

Monday, 11 January 2010

Edisi Januari'10 : Panganan Kaki LIma

Halooo foodie blogger...
Event masak bareng hadir lagi nih. Untuk edisi awal tahun ini, mohon maaf kami tidak mengadakan polling karena tema kali ini menarik sekali untuk dicoba.
Temanya adalah : PANGANAN KAKI LIMA.
Menarik kan?!

Banyak sekali ragam panganan kaki lima yang bisa kita temukan. Dan terkadang, panganan itu merupakan jajanan khas suatu daerah yang tidak ditemukan di daerah lain. Apalagi yang sedang berada ribuan mil dari Indonesia tercinta, sering ada kekangenan dengan panganan kaki lima yang dulu sering dinikmati. So, saatnya menghadirkan panganan kaki lima buatan dapur sendiri. Yang jelas kalo bikinan sendiri, lebih higienis bukan?! Ayoo buruan nyiapin bahan-bahannya trus tunggu apalagi,
let's cook!

Cara ikutan :
Posting hasil memasak dengan tema : [PANGANAN KAKI LIMA] pada jadwal yang telah ditentukan [24-30 Januari 2010]

· Postingan dilengkapi dengan Logo Masak Bareng

· Kirim datanya ke e-m@il Masak Bareng di masakbarengyuuk[at]gmail[dot]com, berupa:

Nama

Nama Blog

Nama masakan & URL-nya

1 buah foto hasil masakan

1-3 kalimat kesan tentang entry tsb. (ini syarat baru lho... biar memudahkan admin saat membuat round up).


Info tambahan:

Tentang resep, tidak ada aturan baku. Dipersilahkan browsing dan tidak tertutup kemungkinan untuk berkreasi sesuai selera.

Tapi sebaiknya menyebutkan sumber resep yang digunakan.

Bahasa yang digunakan saat posting juga tidak perlu sama, mau pake English atau bahasa lainnya juga boleh.

Tema menu, Polling, dan Jadwal posting bulan berikutnya akan diumumkan setelah penayangan Round up Masak Bareng.
So, sempatkan aja melihat-lihat update beritanya.


...Masak Bareng Yuuuk....

Sunday, 3 January 2010

Masak Bareng : Chocolate Cake

Ada yang sempat baca status FB saya pada malam tahun baru ga ya?? Kalo ga sempat atau udah baca tapi lupa, ini saya segarkan lagi deh ingatannya :

"ga ada fireworks ataupun suara petasan. yg ada suara mixer dan tahun tetap berganti. Happy new year! (smoga tetangga ga tertanggu dgn suara mixer, hihihihi...)"

Ya begitulah acara malam tahun baru saya kemarin. Memberdayakan mixer dan peralatan baking demi cake request suami serta untuk dibawa ke rumah salah satu teman yang mengundang saya makan siang pada tanggal 2 Januari.

Saya bikin 2 loyang chocolate sponge cake, satu loyang didekor yang satunya cuma dioles cream sisa-sisa ngedekor aja. Cake dibawah ini, yang saya bawa ya.. Yang untuk di rumah, ga masuk tayang. Hehehe...
Resepnya sabar ya.... bakal diposting kok ;)
Bahan :
3 butir telur utuh
4 kuning telur
120 gr gula pasir
85 gr terigu
35 gr coklat bubuk
10 gr baking powder
1/2 sdt vanili bubuk
80 gr margarin/butter, dicairkan
2 sdm susu cair

Cara membuat :
1. Campur terigu, coklat bubuk dan baking powder. Ayak lalu sisihkan.
2. Kocok telur dan gula sampai mengembang dan kental berjejak. Tambahkan vanili.
3. Turunkan speed mixer, masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit sambil dikocok hingga rata.
4. Masukkan margarin dan susu cair. Aduk dengan mixer speed paling rendah ataupun spatula. Aduk hingga benar-benar rata dengan cara aduk balik : gerakkan spatula dari pinggir hingga bagian tengah dasar wadah, lalu naikkan adonan dasar tersebut sampai ke permukaan adonan. Kalo belum tercampur rata, nanti akan terlihat margarin cair yg belum tercampur. Margarin yg masih terpisah inilah yang menyebabkan cake esring bantat.
*cara yang sering saya pakai untuk menghindari bantat : terigu dan margarin dimasukkan secara berseling sehingga saat mengaduk terigu, margarin pun ikut teraduk.
5. Siapkan loyang bulat diameter 18 cm (bisa juga loyang persegi 18 cm), alasi dasarnya dengan kertas roti. Tuang adonan ke loyang, banting sedikit loyangnya agar gelembung udara di dalam adonan menjadi pecah.
6. Panggang pada suhu 180 C selama 10 menit, lanjutkan dengan suhu 170 C selama 15-20 menit. Atau sesuaikan dengan kondisi oven.

Wednesday, 25 November 2009

MFM2 November 2009 - Shiratama Zenzai

Sekarang Dapur Mungil dah berani buka cabang lho.... Silahkan berkunjung ke sana. Kalo kelihatan agak-agak garing, mohon dimaafkan ya... Soalnya belum sempat nge-dandani cabang baru itu :)

Shiratama zenzai, mungkin nama ini agak jarang terdengar. Memang makanan ini tidak sepopuler sushi, sashimi, teriyaki ataupun makanan Jepang lainnya tapi saya yakin rasa shiratama zenzai bisa diterima oleh lidah orang Indonesia. Biasa disajikan sebagai dessert dalam kondisi dingin ataupun hangat di segala musim. Tinggal disesuaikan aja, kalo pas musim dingin disajikan hangat kalo musim panas ya sebaliknya.

Soal rasa, mirip seperti bubur kacang merah (dalam bahasa Jepang : zenzai) tapi ditambah mochi balls (shiratama). Mungkin kalo di Indonesia hampir seperti bubur candil. Jaman sekarang penyajian shiratama zenzai sudah banyak divariasikan. Misalnya dengan menambahkan topping es krim, atau whipped cream dengan tambahan buah potong. Buat entry ini saya sajikan yang klasik aja ya... :D

Yuuk ah, silahkan dicicip. Yummy lho....

Bahan shiratama :
100 gr mochi kona (tepung ketan)
80 ml air hangat

Cara membuat :
Campur tepung dan air, aduk rata. Bentuk bulat pipih kurleb diameter 2 cm. Rebus di dalam air mendidih hingga terapung, angkat dan rendam di dalam air dingin selama 5-10 menit lalu tiriskan. lakukan hingga semua adonan habis.

Bahan Zenzai :
200 gr azuki (kacang merah), dicuci bersih
130 gr gula pasir
1/2 sdt garam
600 ml air (takaran ini pake panci presto, kalo masak biasa silahkan disesuaikan airnya ya..)

Cara membuat :
-Masak kacang merah dan air dengan panci presto selama 5 menit dengan api besar, setelah itu lanjutkan dengan api sedang selama 3 menit. Tambahkan gula dan garam, masaka lagi dengan api sedang selama 3 menit. Matang dan empuk deeh...
-Kalo cara biasa, rebus kacang merah dengan air banyak hingga empuk seperti merebus kacang hijau. Trus tambahkan gula dan garam, tambahkan air hangat bila perlu.

Untuk : 8 porsi

Sunday, 22 November 2009

Masak Bareng : Udang Lado Hijau

Sampai saat ini, udang masih jadi menu favorit di keluarga saya. Emang deh, udang ga ada matinya. Dimasak dengan bumbu macam-macam juga tetap maknyus! Liat aja dalam daftar menu seafood dapur ini, sebagian besar berbahan udang.
Kebetulan menu MasBar bulan ini bertema tentang udang, saya senang banget deh.

Masakan lado/balado tentu udah ga asing lagi buat orang Indonesia. Nah, kali ini saya nyetor masakan udang yang diberi bumbu balado. Karena pake cabe dan tomat hijau, jadi namanya udang lado (h)ijau.

Pertama bikin pake cabe hijau Thailand. Rasanya mantap banget, sampe mengap-mengap karena kepedasan. Herannya, walopun luar biasa pedas tapi ada yang ga bisa berhenti makan :D *lirik-lirik yang di samping*. Berikutnya bikin pake cabe hijau yang biasa dijual di supermaket (cabe Jepang). Dengan jumlah cabe yang sama, hasilnya tetap enak hanya saja tidak sepedas sebelumnya. Kalo dilihat, bumbunya ga terlalu hijau ya?! Soalnya ada tomat yang setelah ditumis warnanya jadi agak hijau kecoklatan. Yang mau nyicip, silahkan. Yang pengen nyoba masak sendiri, bikinnya gampang kok?! (fotonya sedang di-edit yaa... )

Bahan :
30 ekor udang, kurleb 500-600 gr (pake udang kupas juga boleh)
2 sdm air jeruk nipis/lemon
2 lembar daun jeruk
minyak goreng secukupnya
Gula-garam secukupnya

Bumbu halus :
4 butir cabe hijau, kalo suka pedas bisa tambah cabe rawit hijau
2 siung bawang merah
1/2 siung bawang putih
1 buah tomat hijau (kurleb ukuran sekepal tangan)

Cara membuat :
1. Kupas udang, sisakan ekornya dan belah punggungnya. Cuci bersih, tiriskan lalu beri air jeruk. Aduk-aduk dan diamkan kurleb 5-10 menit.
2. Siapkan minyak, goreng udang sampai matang lalu sishkan.
3. Ambil 5-6 sdm sisa minyak goreng, tumis bumbu halus sampai wangi dan masukkan daun jeruk, gula dan garam. Aduk rata, masak hingga aroma pedasnya hilang.
4. Campur bumbu dan udang goreng, aduk rata. Siap disajikan.

Saturday, 24 October 2009

Masak Bareng : Egg Sandwich Bento

Tema MasBar bulan ini adalah Bento. Temanya menarik banget tapi cukup susah buat saya karena belum biasa membuat bento yang dihias-hias. Selama ini kalo bikin bento, yang biasa-biasa aja. Yang penting cepat, praktis dan mengenyangkan :D

Bento itu arti gampangnya, makanan bekal makan siang. Jaman dulu, bento itu isinya selalu ada nasi. Lain dulu lain pula sekarang, bento tidak selalu berisi nasi. Isinya bisa saja roti, pasta ataupun mie. Makanya, biar gampang saya bikin bento sandwich telor aja ;) Rotinya bikin sendiri, pake plain butter roll (tanpa isi). Trus biar ada serat, ditambahin sayuran (lettuce ataupun selada) dan tomat cherry.


Bahan :
2 potong roti bun ukuran sekepal tangan / 4 slices roti tawar
2 butir telur rebus, dibelah 8 lalu iris tpis
2,5 sdm mayones
1/4 sdt merica halus
Garam secukupnya
Lettuce / selada secukupmya, dicuci lalu dilap tissue dapur sampai kering
Sedikit margarin / butter untuk mengoles roti

Cara membuatnya :
1. Campur irisan telur rebus dengan mayones, merica dan garam. Aduk rata, sisihkan.
2. Belah dua roti bun secara mendatar tapi jangan sampai putus.
3. Oleskan kedua belahannya itu dengan margarin tipis-tipis.
4. Letakkan lettuce/selada secukupnya, beri kurleb 2 sdm campuran telur-mayones.
Jaaadi deh. Gampang banget kan?!

Notes :
-kalo pake roti tawar, setelah step 1 langsung step 3 dan seterusnya. Trus tinggal ditangkupkan dan potong secara diagonal (1 tangkup jadi 2 segitiga).
-Lettuce atau selada bisa divariasikan dengan menambah irisan timun juga tomat. Tapi kalo pake irisan tomat kurang tahan, gampang basi.

Thursday, 17 September 2009

Masak Bareng : Es Tape Ketan

Tema masak bareng bulan ini pas banget dah. Kebetulan masih punya tape ketan hijau, ya dibikin aja.

Pertama kali tahu minuman ini waktu di Jogja. Hampir di setiap warung makan, tersedia minuman ini. Tape ketan yang digunakan seringnya yang hijau tapi kalo mau coba pake yang hitam kayaknya ga akan mempengaruhi rasa deh. Cara membuatnya gampang, tinggal mencampur bahan-bahannya ke dalam gelas saji. Rasanya manis dan menyegarkan. Cocok buat minuman berbuka puasa. Kalau bedug maghrib sudah berkumandang, langsung aja slurp :D

Bahan (semua dalam takaran secukupnya) :
Tape ketan hijau/hitam
Air gula
Air dingin
Es batu

Cara penyajian :
1. Siapkan gelas saji. Masukkan kurleb 2 sdm tape ketan.
2. Tambahkan air gula dan air dingin. Aduk sebentar.
3. Masukkan es batu secukupnya. Siap dinikmati.

Gampangkan???!!!

Sunday, 30 August 2009

Masak Bareng : Sambal Nanas

Yippieee.... ini setoranku buat entry bulan ini.
Dengan beribu maaf, kali ini terpaksa repost lagi.

Awalnya pengen bikin sambal beneran tapi..... sampe akhir deadline kok ya ga sempat-sempat nyambal. Terpaksa deh repost. Heran deh, semakin hari kok waktu rasanya seperti benar-benar berlari. Hampir setiap hari kejar-kejaran antara kesibukan di luar dan di dalam rumah (termasuk masak, berbenah sampe target ibadah di bulan Ramadhan).

Balik ke entry, saya kurang begitu jelas dari mana asal sambal nanas ini. Apakah dari Aceh, Palembang atau Jambi (atau mungkin daerah lainnya)? Soalnya di daerah asal saya (Jambi), sambal ini begitu familiar. Biasanya untuk pendamping masakan berempah seperti kari atau gulai. Rasanya pedas, asem, manis dan segar. Pokoknya enak deh.

Resepnya tinggal liat di sini ya....

Friday, 31 July 2009

Masak Bareng : Sate Padang

Akhir bulan Juli sampai awal Agustus ini kok semua agenda menumpuk ya?! Sama seperti tumpukan kardus-kardus di rumah saya. Kardus itu berisi barang-barang yang mau dikirim ke Indonesia. Baru nyicil sih, supaya rumah ga sumpek kepenuhan barang jadi sebagian dikirim dulu... Pulangnya belum jelas kapan. Karena kesibukan itu, sampe-sampe ga sempat bikin masakan baru untuk update blog. Masak sih setiap hari tapi yang gampang dan praktis aja. Soalnya itu tadi, kerjaan numpuk euy... Kalo orang-orang pada stand by di FB sehingga (mungkin) ga sempat update blog, saya log in ke FB kalo ada yang ninggalin pesan atau ada request for add friend.

Ok, tentang event bulan ini saya juga ga sempat bikin masakan baru. Untungnya pernah posting sate Padang, ya udah re-post aja deh. Sekali lagi mohon maaf....Resep lengkapnya ada di sini ya... :)
Yuk ah, mau ngelanjutin kerjaan lagi.

Wednesday, 24 June 2009

Masak Bareng : Sayur Asem

Setor dulu aah.... :)
Untuk bulan ini, saya nyetor sayur asem. Soalnya memasuki musim panas seperti ini sedang banyak jual jagung segar di supermarket. Kalo musim lainnya jangan harap deh, paling adanya yang kalengan atau frozen. Selain itu juga masih punya persediaan nangka muda. Kalo daun melinjo (Gnetum gnemon) dan buahnya, seumur-umur saya tinggal di Tsukuba belum pernah dapat tuh. Jadi ga perlu nunggu melinjo kalo mau bikin sayur asem.

Waktu awal-awal menikah, pernah terjadi mis-persepsi antara saya dan suami tentang sayur asem. Beliau request sayur asem. Ya saya masaklah sayur asem seperti ini. Setelah masakan jadi, beliau rada-rada kecewa karena tidak sesuai dengan harapannya. Saya kan jadi bingung ??!! Ternyuataa....., sayur asem dalam persepsi beliau adalah sayur asem kacang merah. Sedangkan persepsi saya, kalo menyebut sayur asem berarti yang pake melinjo, jagung dan teman-temannya. Kalo yang pake kacang merah, ya biasanya disebut dengan lengkap : sayur asem kacang merah. Aya aya wae atuh :D

Kali ini, sayur asem ditemani tempe dan tahu goreng, dendeng mujair (pemberian Ummu Hafizh) juga sambal terasi. Tentu pake nasi putih dong. Rasanya asem, asin, manis dan sedikit pedas. Pokoknya, nikmat sampai suapan terakhir!!!

Resep ini, nurun dari ibunda tercinta. Untuk bumbu saya tulis dengan takaran tapi sayurnya dikira-kira aja ya. Mariii...
Bahan :
800 ml - 1 Lt air
3 cm lengkuas, dimemarkan
2 lbr daun salam
1 sdt terasi, dicampur dengan bumbu halus
3 sdm gula merah, yg sudah disisir
4 biji asam, dilarutkan dengan 50 ml air panas
garam secukupnya

Bumbu halus :
4 butir cabe rawit (boleh dicampur cabe merah)
4 siung bawang putih
1 butir kemiri (optional)

Sayuran, jangan lupa dicuci bersih ya... :
Daun Melinjo dan buahnya (di Tsukuba ga ada)
Kacang panjang, dipotong kurleb 3 cm (saya ganti buncis)
Jagung, dipotong-potong
Labu siam (ga pake, lagi ga ada)
Toge kedele
Nangka muda
Kacang tanah

Cara membuat :
Didihkan air, masukkan lengkuas, daun salam, jagung dan kacang tanah. Biarkan sampai kacang tanah empuk. Masukkan bumbu halus, garam, gula merah, semua sayuran dan air asam. Koreksi rasa, lalu angkat.
Gampang kan?!!

Saturday, 13 June 2009

Masak Bareng Edisi Juni'09

Setelah bareng-bareng masak ayam, sekarang kita ganti menu yang segar-segar dan banyak serat yuuk.... Biar pencernaan lancar dan sehat serta sekaligus mempercantik kulit gitu lho :D Untuk edisi ini team MasBar memilih tema Aneka Salada/Sayuran Nusantara.

Kuliner nusantara mempunyai banyak resep sayuran dengan cita rasa yang khas. Ada pecel, gado-gado, karedok, sayur asem, buntil, sayur lodeh, gulai daun singkong, urap, rujak pengantin, lotek, plecing kangkung, bening bayam de el el. Tuh ada banyak kan?! Belum lagi tumis-tumisan. Makanya, ayoo bareng-bareng sharing resep sayuran plus fotonya yuuk...

Mohon maaf, karena waktunya yang mepet sehingga tema edisi ini tidak melalui polling. Terima kasih buat foodie blogger yang sudah menyampaikan ide-ide. Sementara ini ide tersebut kami tampung untuk dimasukkan pada polling berikutnya ya...

Caranya Ikutan:
-Posting hasil memasak sesuai dengan tema & pada jadwal yang sudah ditentukan [23-30 JUNI 2009]
-Postingan dilengkapi dengan Logo Masak Bareng

-Kirim datanya ke e-m@il Masak Bareng di masakbarengyuuk [at] gmail [dot] com, berupa:

o Nama

o Nama Blog

o Nama masakan & URL-nya

o 1 buah foto hasil masakan


Info ini juga tersedia di dapur Deetha, Ayin dan Rumah Masak bareng.
Jangan lupa kalo udah naik tayang, kasih kabar ke kami (silahkan isi SB) & ke foodie blogger lainnya.
Ditunggu partisipasinya ya....

Tuesday, 26 May 2009

Masak bareng : Ayam Goreng Tuturuga

Masakan Sulawesi Utara (Manado dan sekitarnya) memang kurang familiar buat saya. Pernah sih nyicip, tapi rasanya ga pernah masak sendiri, terima yang udah jadi aja. Makanya pas tau hasil polling adalah masakan ayam dari Sulawesi Utara, sempat agak bingung juga menentukan resep yang mau dimasak. Pengennya yang praktis gitu lho... (tetap kepraktisan yang diutamakan!). Maksudnya yang gampang bumbu dan prosesnya, trus cocok di lidah dan perut. Tahu sendiri kan, masakan Manado tuh dominan pedas.

Setelah browsing sana-sini, akhirnya tertarik buat nyobain ayam tuturuga. Masakan ini seperti opor ayam tapi ada rasa pedas dari cabe. Trus dapat info kalo ayam tuturuga ini bisa dijadikan ayam goreng juga, yo wis dicoba aja.

Waktu pertama lihat resepnya sempat kaget karena cabe yang digunakan banyak banget. Pikir saya, pasti pedas banget nih! Akhirnya saya kurangi jumlah cabenya. Eeeh.. ternyata saat dimasak, rasa pedas dari cabe menyatu dengan bumbu-bumbu lainnya. Ditambah air jeruk nipis dan daun-daun yang digunakan meruntuhkan dominasi rasa pedas yang saya bayangkan, malah kayaknya kurang pedas deh. Mungkin karena cabenya dikurangi kali ya?! Susah deh mendeskripsikan rasanya dengan kata-kata, yang jelas maknyooos! Apalagi kalo dinikmati dengan nasi putih yang masih anget kepul-kepul tambah lalapan. Ga usah dibayangin deh, langsung nyobain aja yuuk....

Resep berikut untuk 4 potong ayam. Kalo mau bikin lebih banyakan, takaran bahannya silahkan disesuaikan sendiri yeee...
Sumber resep : Kreasi Masakan dengan sedikit modifikasi.

Bahan :
4 potong ayam, dicuci bersih lalu tiriskan
1/2 lembar daun pandan, disobek-sobek
1 lembar daun jeruk
1 tangkai daun kemangi, petik daunnya (saya ganti sweeet basil)
1/4 buah jeruk nipis, ambil airnya
150 ml santan encer
Gula dan garam secukupnya
Minyak untuk menggoreng

Bumbu halus :
5-7 butir cabe merah (bisa dicampur rawit merah)
4 siung bawang merah
2 siung bawang putih
1 cm jahe
1/2 sdt kunyit bubuk

Cara membuat :
1. Campur ayam, bumbu halus, daun-daun dan santan encer. Aduk rata.
2. Masak hingga mendidih lalu tambahkan air jeruk, gula dan garam. Masak lagi hingga airnya kental banget. Angkat.
3. Pisahkan ayam dari bumbunya.
4. Panaskan minyak, goreng ayam sampai sedikit kecoklatan lalu angkat.
5. Siapkan piring saji lalu tata ayam goreng dan lumuri dengan sisa bumbu tadi

Trus bulan depan, Masak bareng apa lagi ya???

Friday, 8 May 2009

Masak Bareng Edisi Mei'09

Udah pada nyontreng kan???!! Yup, contreng-an terbanyak (sesuai hasil polling) untuk menu bulan ini adalah Sulawesi Utara. Jadi tema-nya [MASAKAN DAERAH SULAWESI UTARA - BERBAHAN DASAR AYAM ].

Sulawesi Utara itu salah satu provinsi di pulau Sulawesi. Ibukotanya Manado. Kuliner Manado adalah salah satu sumber kekayaan kuliner nusantara. Pernah dengar masakan rica-rica? Woku? Bubur tinutuan? Itu sebagian kuliner khas Manado yang udah ga asing didengar.Tapi ga cuma masakan dari Manado aja yaa... bisa juga masakan khas dari kota/kabupaten lain seperti Tomohon, Bitung, Minahasa, dll pokoknya yang masih masuk Provinsi Sulawesi Utara.

Nah, khusus untuk event ini kita pilih yang berbahan dasar ayam. Kenapa ayam sih? Soalnya gampang ditemukan dimana-mana.

Ayo mulai bergerilya mencari resep-resepnya. Bisa melalui browsing internet, buka-buka buku resep masakan Sulawesi Utara, tanya teman ataupun tetangga yang asli Manado juga boleh kok. Kalopun ada bahan yang agak susah didapatkan, keep cooking and be creative!

Cara ikutan MasBar :
a. Posting hasil memasak sesuai dengan tema bulan ini [MASAKAN DAERAH SULAWESI UTARA - BERBAHAN DASAR AYAM ] & pada jadwal yang sudah ditentukan [21-28 Mei 2009]
b. Postingan dilengkapi dengan Logo Masak Bareng
c. Kirim datanya ke e-m@il Masak Bareng di masakbarengyuuk[at]gmail[dot]com, berupa:
Nama
Nama Blog
Nama masakan & URL-nya
1 buah foto hasil masakan

Info ini juga tersedia di dapur Deetha, Ayin dan Rumah Masak Bareng. Jangan lupa kalo udah naik tayang, kasih kabar ke kami (silahkan isi SB) & ke foodie blogger lainnya.Ditunggu partisipasinya ya....
Masak bareng yuukk..!!!

Friday, 24 April 2009

Masak Bareng : Kue Padamaran

Ternyata jajanan pasar yang berbahan beras, baik beras biasa ataupun ketan serta tepungnya, ada bermacam-macam ya?! Saya sendiri cukup bingung memutuskan, jajanan apa yang akan dibuat. Pertimbangannya, pengen yang belum pernah saya posting, bahannya mudah diperoleh dan prosesnya ga terlalu sulit. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya pilihan jatuh pada kue padamaran.

Kue ini mungkin tidak banyak yang tahu kali ya?! Kue Padamaran ini jajanan khas dari Jambi. Terdiri dari tepung beras, santan dan aroma pandan yang dibuat seperti adonan bubur (tapi lebih padat) dengan wadah dari daun pisang berbentuk cup kecil (kami menyebutnya "takir"), diberi gula merah, disiram sedikit santan kental trus dikukus. Bahannya gampang didapat kan kalo di Indonesia?! Kue ini banyak dijual pada bulan puasa (untuk takjil) di pasar Bedug. Pasar Bedug itu adanya hanya di bulan puasa, waktunya setelah ashar sampai menjelang bedug maghrib. Pasar ini khusus menjual makanan terutama jajanan untuk berbuka puasa, mulai dari kue yang manis-manis, aneka gorengan, pempek, tekwan, bakso, gado-gado, ayam goreng, ayam panggang sampe pepes ikan. Pokoknya khusus makanan deh. Jadi kalo ga sempat masak, bisa beli makanan di pasar Bedug.Seingat saya, kue padamaran ini kalo bulan biasa agak jarang ditemukan di toko-toko kue. Tapi mungkin sekarang udah gampang ditemukan di toko-toko, soalnya saya udah lama banget nih ga pulang ke Jambi :) Kenapa kue ini jarang yang jual? Mungkin karena gampang basi. Yup, kue ini tidak tahan lama karena menggunakan cukup banyak santan jadi harus selalu disimpan dalam keadaan dingin. Sedangkan etalase pedagang kue di tempat kita, masih banyak yang ga pake pendingin. Dan di rumah ortu saya, kue ini kesukaan ayahanda tercinta. Beliau selalu menikmatinya sebagai takjil dan kudapan setelah tarawih. Kalo bulan puasa, kita lebih sering bikin sendiri dari pada beli. Makanya jadi kangen rumah nih. Maaf ya jadi bernostalgia deh :)

Di Tsukuba, bahan yang agak sulit didapat adalah daun pisang. Kalopun ada, daunnya tua dan gampang robek saat dibentuk. Tapi tetap saya coba membuat beberapa takir/wadah dari daun pisang karena ke-khas-an kue ini adalah pada 'perpaduan aroma pandan dan daun pisang'. Perpaduan yang sempurna deh. Trus selain pake takir, adonan juga saya tempatkan dalam wadah cup silikon dan tentu saja aromanya menjadi berbeda. Selain cup silikon, bisa juga menggunakan wadah lain yang tahan panas saat dikukus.Udah ah ceritanya, langsung nyobain aja yuuk....! Resepnya warisan keluarga lho...

Bahan :
150 gr tepung beras
750 ml santan encer
75 ml santan kental
1 sdt pandan pasta (seharusnya tambah air daun suji)
75 gr gula merah, disisir
1/2 sdt garam
Daun pisang secukupnya.

Cara membuat :
1. Larutkan tepung beras dengan santan encer, tambahkan garam dan pandan pasta lalu panaskan sambil terus diaduk hingga menjadi bubur yang kental dan meletup-letup. Angkat.
2. Buat wadah takir dari daun pisang, berbentuk persegi/kotak tanpa tutup berukuran kurleb 7 x 7 cm (kira-kira sepanjang jari telunjuk), dan sematkan lidi pada ujungnya. Seperti gambar di atas ya... Bisa juga diganti cup silikon/cup alue foil atau cup lain yang tahan panas.
3. Masukkan 2 sdm adonan bubur, beri atasnya 1 sdt gula merah yang telah disisir, tutup dengan 1 sdm adonan bubur lagi. Lakukan hingga semua adonan habis.
4. Panaskan kukusan sampai beruap banyak. Kukus adonan selama 5 menit, guyur dengan 1 sdm santan kental diatas masing-masing adonan, lanjutkan lagi mengukus selama 5 menit. Jadi total lama pengukusan kurleb 10 menit.
5. Angkat, dan biarkan dingin.
Ga sulit kan proses pembuatannya?! Silahkan mencoba ya...!

Sunday, 5 April 2009

Masak Bareng Edisi April'09

Abis rame-rame masak bareng nasi goreng, sekarang kita ganti tema yuuuk...! Edisi April'09 ini adalah edisi spesial jajanan pasar. Tentunya ada banyak sekali jajanan pasar, betul kan?! Nah, team masak bareng sepakat mempersempit temanya menjadi "Jajan Pasar berbahan dasar Beras". Bisa beras biasa, beras ketan ataupun tepungnya.

Untuk edisi ini kami tidak mengadakan polling, coblos ataupun contreng soalnya ntar kamis kedua di bulan April kan pada nyontreng?! Cukup satu sekali contreng


Cara ikutan MasBar:

· Posting hasil memasak sesuai dengan tema bulan ini [JAJAN PASAR BERBAHAN DASAR BERAS] & pada jadwal yang sudah ditentukan [23-30 April 2009]

· Postingan dilengkapi dengan Logo Masak Bareng

· Kirim datanya ke e-m@il Masak Bareng di masakbarengyuuk[at]gmail[dot]com, berupa:

o Nama

o Nama Blog

o Nama masakan & URL-nya

o 1 buah foto hasil masakan

Info tambahan:

Tentang resep, tidak ada aturan baku. Dipersilahkan browsing dan tidak tertutup kemungkinan untuk berkreasi sesuai selera.

Tapi sebaiknya menyebutkan sumber resep yang digunakan.

Bahasa yang digunakan saat posting juga tidak perlu sama, mau pake English atau bahasa lainnya juga boleh.

Tema menu, Polling, dan Jadwal posting bulan berikutnya akan diumumkan setelah penayangan Round up Masak Bareng.
So, sempatkan aja melihat-lihat update beritanya.

Oia, kalau mau kasih ide tema masakan juga boleh... silahkan isi SB di samping yaaa...

Info ini juga tersedia di dapur
Deetha, Ayin dan Rumah Masak Bareng.
Jangan lupa kalo udah naik tayang, kasih kabar ke kami (silahkan isi SB) & ke foodie blogger lainnya.
Ditunggu partisipasinya ya....

Masak bareng yuukk..!!!

Thursday, 26 March 2009

Masak Bareng : Nasi Goreng

Yang namanya nasi goreng, banyak banget variasinya. Nasi goreng juga terkenal lho di Jepang. Makanya jangan heran, kalo tanya makanan Indonesia sama orang Jepang, sebagian mereka pasti jawabnya nasi goreng. Sebenarnya di Jepang juga ada yang mirip nasi goreng, yang disebut "chaahan" (asalnya dari China) tapi rasanya agak beda. Itu orang Jepang yang bilang lho...

Kalo di keluarga saya, nasgor ini sering jadi menu andalan (terutama buat makan malam) kalo lagi banyak kesibukan. Biasanya di kulkas, saya sering sedia homemade bumbu nasgor yang udah ditumis, ntar tinggal ditumis lagi ditambah nasi dan pelengkap lainnya. Biar ga bosan, pelengkapnya itu yang divariasikan. Bisa pake ayam, sosis, udang, bakso, kadang juga tambah tahu goreng plus lalap. Tambah kerupuk kalo pas ada. Kalo telor, sudah jadi bahan tetap jadi ga bisa di-skip. Hehehee... untungnya suami, termasuk penyuka nasgor jadi ga protes walopun sering disediain nasgor. Atau jangan-jangan pasrah kali ya?! Daripada ga makan?! Hahaha... :DIni resep bumbu nasgor versi ibunda tercinta. Takaran bumbunya memang banyak, biar sekalian buat persediaan gitu lho... Buat entry ini saya pakein telor, sosis dan lalap aja ya.

Bahan :
2 porsi nasi putih
2 butir telor
Kecap manis secukupnya
Sosis, diiris secukupnya
Seledri, diiris secukupnya (optional, saya ga pake karena lagi ga ada)
Minyak goreng secukupnya

Bumbu halus (untuk lebih dari 2 porsi) :
10 butir cabe merah
4 siung bawang merah
2 siung bawang putih
3 buah tomat (M size)
5 sdm udang rebon (sakura ebi), disangrai dulu lalu dihaluskan
Gula-garam secukupnya

Pelengkap :
Timun, mini tomato secukupnya (buat lalap) atau acar timun
Kerupuk

Cara membuat :
1. Bumbu : panaskan kurleb 4 sdm minyak goreng lalu tumis bumbu halus sampai aroma pedasnya hilang. Tambahkan gula dan garam, aduk-aduk lalu angkat. Biarkan dingin lalu masukkan ke dalam wadah bertutup rapat, simpan di kulkas. Biasanya tahan untuk 2 minggu.
2. Untuk nasi goreng, panaskan 2 sdm minyak goreng. Tambahkan 2 sdm munjung tumisan bumbu di atas.
3. Masukkan nasi putih, ayam suwir, kecap manis dan garam. Aduk hingga rata. Koreksi rasanya lalu angkat.
4. Di tempat terpisah, buat telur ceplok atau dadar atau orak-arik, sesuai selera aja. Kalo orak-arik, tinggal dicampur dan diaduk dengan nasgor tadi.
5. Siapkan piring saji. Tata nasgor plus pelengkapnya. Nikmati selagi hangat.

Untuk 2 porsi.

Friday, 13 March 2009

Masak Bareng Edisi Maret'09

Nasi goreng (Hanzi: 炒飯) adalah sebuah komponen penting dari masakan tradisional Tionghoa, menurut catatan sejarah sudah mulai ada sejak 4000 SM. Nasi goreng kemudian tersebar ke Asia Tenggara dibawa oleh perantau-perantau Tionghoa yang menetap di sana dan menciptakan nasi goreng khas lokal yang didasarkan atas perbedaan bumbu-bumbu dan cara menggoreng.

Nasi goreng sebenarnya muncul dari beberapa sifat dalam kebudayaan Tionghoa, yang tidak suka mencicipi makanan dingin dan juga membuang sisa makanan beberapa hari sebelumnya. Makanya, nasi yang dingin itu kemudian digoreng untuk dihidangkan kembali di meja makan. [wikipedia]

Tema bulan Maret ini NASI GORENG?? Gak salah tuh??
Yup, bener banget. Nasi Goreng. Makanan yang paling gampang dibuat, banyak variasinya, dan diminati banyak orang. hehehe

*************************************************

Seperti biasa yaaa, jadwal posting Kamis terakhir di bulan ini yang jatuh pada tanggal 26 Maret'09. Harap diingat ya, jadwal posting adalah hari Kamis terakhir di tiap bulan. Smoga ga ada yang salah persepsi lagi tentang jadwal ini. Waktu tidak perlu sama, yang nyaman buat posting deh. Logo masih sama seperti yang ada di atas. Resepnya dipersilahkan browsing sendiri, sebaiknya sebutkan sumbernya bila itu bukan original recipe dari kita sendiri. Dan tidak tertutup kemungkinan untuk memodifikasi resep sesuai selera.

Masak bareng yuuk..!!
Info ini juga tersedia di dapur Deetha, Ayin dan Rumah Masak Bareng Yuuk !!!.