Bibimbap adalah masakan Korea yang sangat populer, berupa nasi putih yang dilengkapi dengan lauk, sayur serta gochujang (saus sambal). Istilah yang lebih sederhana, sebut saja nasi rames ala Korea. Menurut saya ada yang menarik saat melihat orang-orang Korea menikmati makanan ini. Mereka mengaduk-aduknya hingga nasi dan pelengkapnya tercampur rata, setelah itu baru dimakan.
Ada berbagai variasi bibimbap berdasarkan lauk pelengkapnya. Ada yang memakai daging, ayam, telur dan tuna. Sebagian besar resep juga menyertakan kimchi sebagai topping. Kali ini adalah bibimbap tuna (chamchi) dan sayur (yachae). Sayurannya bisa disesuaikan dengan selera kok. Penasaran pengen nyoba? Ga perlu ke Korean Resto, bikin sendiri aja yuuk..;)
Friday, 26 September 2014
Tuesday, 16 September 2014
Ayam Goreng Mentega
Masakan dengan cita rasa oriental seperti ayam goreng mentega ini cukup populer. Banyak yang menjualnya, mulai dari warung di pinggir jalan sampai restoran. Walaupun banyak yang menjual, ada baiknya sesekali memasak sendiri. Kalau memasak sendiri, bisa menyesuaikan rasa dengan selera kita.
Bahan dan cara membuatnya gampang kok. Menurut saya, lebih mudah dibanding memasak ayam goreng yang diungkep. Yuuk mariii...
Bahan dan cara membuatnya gampang kok. Menurut saya, lebih mudah dibanding memasak ayam goreng yang diungkep. Yuuk mariii...
Friday, 29 August 2014
Sundubu Jjigae
Whoaaa.... 2 bulan ga update!!
Maaf ya... Bukannya saya malas membuat menu baru tapi dikarenakan kesibukan yang beruntun sejak bulan puasa, mudik lebaran dilanjutkan persiapan ke Korea. Dan semua persiapan di rumah saya lakukan sendiri tanpa asisten soalnya suka merasa kagok kalo ada asisten. Terutama saat membereskan barang-barang yang bersifat pribadi. And now here we're at Daejon (South Korea) since August, 24, 2014.
Makanan pertama yang saya cicip saat tiba di Korea adalah sundubu jjigae. Komposisi bahannya tahu sutra, telor dan sedikit seafood (yang tersaji di foto memakai kerang). Bumbunya memakai cabe sehingga rasa sedikit pedas bercampur asam. Kalo di Indonesia mirip masakan asam pedas yang ada di warung / resto Padang. Hanya saja ini kuahnya tidak terlalu pekat. Sundubu jjigae biasa dinikmati dengan nasi putih.
Kenapa saya memilih menu ini? Sebenarnya saya mencari makanan yang ada nasinya. Karena saat pertama datang, belum punya rice cooker sehingga kalo beli atau makan di luar pilih menu nasi. Selain nasi dan sundubu jjigae, juga ada salad dan kimchi sebagai pelengkap menu. O iya, saya juga menikmati tuna kimbab (kalo di Jepang disebut rolled sushi). Pokoke yang ada nasi deh, hehehe....
Ok, enjoy it !
Maaf ya... Bukannya saya malas membuat menu baru tapi dikarenakan kesibukan yang beruntun sejak bulan puasa, mudik lebaran dilanjutkan persiapan ke Korea. Dan semua persiapan di rumah saya lakukan sendiri tanpa asisten soalnya suka merasa kagok kalo ada asisten. Terutama saat membereskan barang-barang yang bersifat pribadi. And now here we're at Daejon (South Korea) since August, 24, 2014.
Makanan pertama yang saya cicip saat tiba di Korea adalah sundubu jjigae. Komposisi bahannya tahu sutra, telor dan sedikit seafood (yang tersaji di foto memakai kerang). Bumbunya memakai cabe sehingga rasa sedikit pedas bercampur asam. Kalo di Indonesia mirip masakan asam pedas yang ada di warung / resto Padang. Hanya saja ini kuahnya tidak terlalu pekat. Sundubu jjigae biasa dinikmati dengan nasi putih.
Kenapa saya memilih menu ini? Sebenarnya saya mencari makanan yang ada nasinya. Karena saat pertama datang, belum punya rice cooker sehingga kalo beli atau makan di luar pilih menu nasi. Selain nasi dan sundubu jjigae, juga ada salad dan kimchi sebagai pelengkap menu. O iya, saya juga menikmati tuna kimbab (kalo di Jepang disebut rolled sushi). Pokoke yang ada nasi deh, hehehe....
Ok, enjoy it !
Wednesday, 25 June 2014
Mensiasati Menu Berbuka Puasa dan Sahur
Tanpa terasa beberapa hari lagi kita akan mulai menjalani ibadah puasa Ramadhan. Untuk kelancaran ibadah di bulan tersebut, ada baiknya kita melakukan persiapan untuk urusan dapur dan makanan. Agar waktu bisa lebih banyak dimanfaatkan untuk melakukan amalan-amalan sunah.
Untuk contoh persiapan menu berbuka dan sahur sudah pernah posting, silahkan lihat di sana dan sini.
Selain itu ada juga makanan / lauk tambahan yang bisa disiapkan dari jauh-jauh hari. Seperti kering kentang, kering tempe, balado teri kacang, rolade, nugget dan abon. Makanan tersebut bisa disediakan dalam jumlah banyak dan tahan lama. Jadi saat kepepet tinggal tambah sayuran aja.
Selama bulan puasa saya sering mensiasati menu supaya tidak berlama-lama di dapur. Caranya dengan membuat porsi lebih banyak untuk makanan yang bisa disimpan di kulkas. Tapi tentu saja tidak dikonsumsi untuk hari yang berurutan ya?! Biar tidak bosan :D
Contohnya seperti menu ayam goreng. Biasanya saya mengungkep ayam untuk porsi 2-3 hari. Setelah diungkep sampai bumbu meresap, pisahkan menjadi 3 bagian menggunakan wadah tertutup (bisa juga dibungkus plastik). Lalu simpan di dalam freezer, kecuali bagian yang mau dikonsumsi saat itu. Nanti tinggal dikeluarkan kurleb 1 jam dari freezer (kalo ada microwave tinggal defrost aja), siap untuk digoreng. O iya, bumbu ungkepnya jangan dibiarkan mengering ya?! Sisakan sedikit, pisahkan juga dari potongan ayam trus simpan juga di freezer. Buat apa sih ?? Sisa bumbu itu nanti bisa dicemplungin ke dalam rebusan air, ditambah daun salam, daun jeruk, lengkuas dan sereh nanti bisa jadi kuah soto. Tinggal tambahin daging ayam goreng yang disuwir-suwir, plus pelengkap menu soto ayam seperti soun, irisan kubis, toge, jeruk nipis, sambal dll.
Masakan lain yang bisa diperlakukan seperti itu adalah :
Rendang, simpan di freezer.
Bacem tempe/tahu, simpan di chiller aja, ga udah masuk freezer.
Telur pindang, simpan di chiller.
Empal gepuk sebelum digoreng, simpan di chiller.
Rolade ayam / tahu, simpan di freezer.
Untuk sayuran agak susah untuk disiasati seperti itu. Kalaupun ada, ya terbatas. Kalo di rumah saya, senangnya sayur bening sih (biar tenggorokan nyaman saat berpuasa). Bumbunya simple dan prosesnya juga cepat.
Semoga bermanfaat ya. Dan Dapur Mungil mengucapkan, Selamat Menjalani Shaum Ramadhan.
Untuk contoh persiapan menu berbuka dan sahur sudah pernah posting, silahkan lihat di sana dan sini.
Selain itu ada juga makanan / lauk tambahan yang bisa disiapkan dari jauh-jauh hari. Seperti kering kentang, kering tempe, balado teri kacang, rolade, nugget dan abon. Makanan tersebut bisa disediakan dalam jumlah banyak dan tahan lama. Jadi saat kepepet tinggal tambah sayuran aja.
Selama bulan puasa saya sering mensiasati menu supaya tidak berlama-lama di dapur. Caranya dengan membuat porsi lebih banyak untuk makanan yang bisa disimpan di kulkas. Tapi tentu saja tidak dikonsumsi untuk hari yang berurutan ya?! Biar tidak bosan :D
Contohnya seperti menu ayam goreng. Biasanya saya mengungkep ayam untuk porsi 2-3 hari. Setelah diungkep sampai bumbu meresap, pisahkan menjadi 3 bagian menggunakan wadah tertutup (bisa juga dibungkus plastik). Lalu simpan di dalam freezer, kecuali bagian yang mau dikonsumsi saat itu. Nanti tinggal dikeluarkan kurleb 1 jam dari freezer (kalo ada microwave tinggal defrost aja), siap untuk digoreng. O iya, bumbu ungkepnya jangan dibiarkan mengering ya?! Sisakan sedikit, pisahkan juga dari potongan ayam trus simpan juga di freezer. Buat apa sih ?? Sisa bumbu itu nanti bisa dicemplungin ke dalam rebusan air, ditambah daun salam, daun jeruk, lengkuas dan sereh nanti bisa jadi kuah soto. Tinggal tambahin daging ayam goreng yang disuwir-suwir, plus pelengkap menu soto ayam seperti soun, irisan kubis, toge, jeruk nipis, sambal dll.
Masakan lain yang bisa diperlakukan seperti itu adalah :
Rendang, simpan di freezer.
Bacem tempe/tahu, simpan di chiller aja, ga udah masuk freezer.
Telur pindang, simpan di chiller.
Empal gepuk sebelum digoreng, simpan di chiller.
Rolade ayam / tahu, simpan di freezer.
Untuk sayuran agak susah untuk disiasati seperti itu. Kalaupun ada, ya terbatas. Kalo di rumah saya, senangnya sayur bening sih (biar tenggorokan nyaman saat berpuasa). Bumbunya simple dan prosesnya juga cepat.
Semoga bermanfaat ya. Dan Dapur Mungil mengucapkan, Selamat Menjalani Shaum Ramadhan.
Subscribe to:
Posts (Atom)


