Wednesday, 3 June 2009

Martabak Telur

Ada foto ketelingsut, lumayan buat update daripada ga ada yang di-post :D

Selain martabak telur, makanan ini juga ada yang menyebutnya martabak asin. Kulitnya saya pake kulit lumpia, jadi ga bisa bikin porsi besar seperti yang biasa dijual. Paling ga, lumayan buat tombo kangen.

Bahan :
12 lembar kulit lumpia (kira-kira ukuran 20x20 cm)
100 gr daging sapi/ayam cincang
3 butir telur, dikocok lepas
3 batang daun bawang besar (10 batang daun bawang kecil), diiris
1/2 butir bawang bombay, dirajang halus
1/2 sdt ketumbar halus
1/2 sdt merica halus
Gula dan garam secukupnya
Minyak untuk menggoreng
1/2 sdm tepung kanji + 2 sdm air untuk merekatkan kulit lumpia

Cara membuat :
1. Tumis bawang bombay dan merica lalu masukkan daging serta ketumbar. Tambahkan gula dan garam. Masak hingga daging berubah warna dan airnya kering.
2. Campur telur, tumisan daging dan irisan daun bawang. Aduk rata.
3. Ambil satu lembar kulit lumpia, isikan kurleb 3 sdm campuran daging dan telur. Lipat kulitnya seperti amplop. Olesi ujung kulitnya dengan air tepung kanji supaya menempel.
4. Panaskan minyak lalu goreng hingga kulit matang, balik satu kali aja lalu angkat.

Tips:
-Saat mengisi campuran daging, sebaiknya kulit lumpia dialasi dengan piring agar tidak tumpah kemana-mana.
-Kulit yang telah diberi isi dan dilipat sebaiknya langsung digoreng karena kalo dibiarkan kulit akan menjadi lembek dan isinya bisa tumpah saat diangkat.

Saturday, 30 May 2009

Pizza

Ada kalanya, cooking blue datang menghampiri. Padahal, kita tetap butuh makan. Mau beli, terbatas yang bisa dimakan dan terkadang kurang sesuai dengan selera. Kalo udah begitu, pizza jadi pilihan deh. Homemade pizza bisa diberi topping yang bervariasi, sesuai selera dan ketersediaan bahan yang ada di kulkas.

Adonan kulit (pizza crust) juga bisa dibikin berlebih, misalkan 2 atau 3x resep. Trus dipanggang sesuai kebutuhan lalu sisanya disimpan di dalam freezer. Ntar kalo mau dipanggang lagi, tinggal didiamkan 20-30 menit pada suhu kamar lalu dipipihkan, kasih topping trus dipanggang lagi.

Resep kulit pizza ada di sini ya....

Tuesday, 26 May 2009

Masak bareng : Ayam Goreng Tuturuga

Masakan Sulawesi Utara (Manado dan sekitarnya) memang kurang familiar buat saya. Pernah sih nyicip, tapi rasanya ga pernah masak sendiri, terima yang udah jadi aja. Makanya pas tau hasil polling adalah masakan ayam dari Sulawesi Utara, sempat agak bingung juga menentukan resep yang mau dimasak. Pengennya yang praktis gitu lho... (tetap kepraktisan yang diutamakan!). Maksudnya yang gampang bumbu dan prosesnya, trus cocok di lidah dan perut. Tahu sendiri kan, masakan Manado tuh dominan pedas.

Setelah browsing sana-sini, akhirnya tertarik buat nyobain ayam tuturuga. Masakan ini seperti opor ayam tapi ada rasa pedas dari cabe. Trus dapat info kalo ayam tuturuga ini bisa dijadikan ayam goreng juga, yo wis dicoba aja.

Waktu pertama lihat resepnya sempat kaget karena cabe yang digunakan banyak banget. Pikir saya, pasti pedas banget nih! Akhirnya saya kurangi jumlah cabenya. Eeeh.. ternyata saat dimasak, rasa pedas dari cabe menyatu dengan bumbu-bumbu lainnya. Ditambah air jeruk nipis dan daun-daun yang digunakan meruntuhkan dominasi rasa pedas yang saya bayangkan, malah kayaknya kurang pedas deh. Mungkin karena cabenya dikurangi kali ya?! Susah deh mendeskripsikan rasanya dengan kata-kata, yang jelas maknyooos! Apalagi kalo dinikmati dengan nasi putih yang masih anget kepul-kepul tambah lalapan. Ga usah dibayangin deh, langsung nyobain aja yuuk....

Resep berikut untuk 4 potong ayam. Kalo mau bikin lebih banyakan, takaran bahannya silahkan disesuaikan sendiri yeee...
Sumber resep : Kreasi Masakan dengan sedikit modifikasi.

Bahan :
4 potong ayam, dicuci bersih lalu tiriskan
1/2 lembar daun pandan, disobek-sobek
1 lembar daun jeruk
1 tangkai daun kemangi, petik daunnya (saya ganti sweeet basil)
1/4 buah jeruk nipis, ambil airnya
150 ml santan encer
Gula dan garam secukupnya
Minyak untuk menggoreng

Bumbu halus :
5-7 butir cabe merah (bisa dicampur rawit merah)
4 siung bawang merah
2 siung bawang putih
1 cm jahe
1/2 sdt kunyit bubuk

Cara membuat :
1. Campur ayam, bumbu halus, daun-daun dan santan encer. Aduk rata.
2. Masak hingga mendidih lalu tambahkan air jeruk, gula dan garam. Masak lagi hingga airnya kental banget. Angkat.
3. Pisahkan ayam dari bumbunya.
4. Panaskan minyak, goreng ayam sampai sedikit kecoklatan lalu angkat.
5. Siapkan piring saji lalu tata ayam goreng dan lumuri dengan sisa bumbu tadi

Trus bulan depan, Masak bareng apa lagi ya???

Saturday, 23 May 2009

Es Cendol

Kalo males makan, minum aja cendol agak banyakan. Lumayan mengenyangkan (cendolnya dari tepung beras) dan bisa mencukupi energi karena manisnya dari gula merah yang mengandung gula reduksi, gula sederhana yang bisa langsung diserap tubuh. Apalagi di tengah suhu yang mulai panas begini, pengennya yang sueger-sueger. Kan bisa sekalian ditambahi buah nangka atau buahan lainnya sesuai selera, jadi makin seger deh....

Saya bikin cendol ini pake sendok sayur yang bolong-bolong. Banyak kok jualnya di toko-toko termasuk di hyakuen shop.


Bahan :
150 gr tepung beras
10 gr tepung maizena/kanji
750 ml santan encer/air
1/2 sdt garam
1 sdt pandan pasta
2 sdm air kapur sirih (saya ga pake)

Kuah santan :
500 ml santan
1 lembar daun pandan
1/2 sdt garam

Kinca :
100 gr gula merah
50 gr gula pasir
1 lembar daun pandan
250 ml air

Pelengkap :
Es batu secukupnya
Irisan nangka secukupnya

Cara membuat :
A. Cendol
  1. Campur kedua tepung, garam, pandan pasta dan santan encer. Aduk-aduk hingga rata. Lalu dimasak sambil terus diaduk hingga mengental dan meletup-letup. Angkat.
  2. Siapkan baskom berisi air es. Masukkan adonan ke sendok sayur bolong, tekan-tekan dengan bantuan sendok sampai cendol jatuh ke baskom. Lakukan hal tersebut selagi adonan masih panas karena kalau sudah mulai dingin, adonan menjadi agak kaku dan susah dicetak. Lakukan hingga adonan habis.
  3. Pisahkan cendol dari air saat hendak disajikan.

B. Santan : campur semua bahan lalu rebus hingga mendidih. Aduk-aduk supaya santannya ga pecah ya...

C. Kinca : campur semua bahan, rebus hingga mendidih dan agak kental.

Penyajian : siapkan gelas/wadahnya lalu tuang 2-3 sdm kinca, 3 sdm cendol, 1 sdm nangka, es batu dan siram dengan kuah santan secukupnya.